Welcome to "Belajar Asyik" Blog Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Dua nikmat, yang manusia banyak tertipu dengannya : nikmat sehat dan waktu luang" (hadits shahih diriwayatkan oleh Al-Bukhari, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan lainnya)

Sabtu, 29 Juli 2017

Makalah Telaah Kurikulum Fisika SMA - Materi Fluida Statis dan Fluida Dinamis


TELAAH KURIKUM SMA
FLUIDA STATIS DAN FLUIDA DINAMIS


.. 1


BAB I 
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pentingnya peran dan fungsi kurikulum memang sudah sangat disadari dalam sistem pendidikan nasional. Ini dikarenakan kurikulum merupakan alat yang krusial dalam merealisasikan program pendidikan, baik formal maupun non formal, sehingga gambaran sistem pendidikan dapat terlihat jelas dalam kurikulum tersebut. Dengan kata lain, sistem kurikulum pada hakikatnya adalah sistem pendidikan itu sendiri.
source: google
Kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan. Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Dalam sejarah pendidikan di Indonesia sudah beberapa kali diadakan perubahan dan perbaikan kurikulum yang tujuannya sudah tentu untuk menyesuaikannya dengan perkembangan dan kemajuan zaman, guna mencapai hasil yang maksimal.
Kurikulum merupakan salah satu unsur yang bisa memberikan kontribusi yang signifikan untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi peserta didik. Jadi tidak dapat disangkal lagi bahwa kurikulum, yang dikembangkan dengan berbasis pada kompetensi sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi: (1) manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah; dan (2) manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri; dan (3) warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi merupakan salah satu strategi pembangunan pendidikan nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Rumusan Masalah

1.        Seberapa dalam materi Fluida Statis dan Fluida Dinamis pada tingkat SMA?
2.        Seberapa luas materi Fluida Statis dan Fluida Dinamis pada tingkat SMA?
3.        Bagaimana urutan penyajian pada materi Fluida Statis dan Fluida Dinamis pada tingkat SMA?
4.        Bagaimana penerapan materi Fluida Statis dan Fluida Dinamis pada tingkat SMA?
5.        Apa saja miskonsepsi yang ada pada materi Fluida Statis dan Fluida Dinamis pada tingkat SMA?
6.        Bagaimana contoh rancangan pembelajaran (RPP) pada materi Fluida Statis dan Fluida Dinamis pada tingkat SMA?





BAB II 
ISI

2.1 Kompentensi Inti dan Kompetensi  Dasar

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

2.1.1        Kompetensi Inti

Kompetensi Inti
Rumusan kompetensi
Kompetensi Inti 1
(Sikap Spiritual)
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
Kompetensi Inti 2
(Sikap Sosial)
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
Kompetensi Inti 3
(Pengetahuan)
Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
Kompetensi Inti 4
(Keterampilan)
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

2.1.2        Kompetensi Dasar Materi Fluida Statis Dan Fluida Dinamis

v  KD Pengetahuan
3.3  Menerapkan hukum-hukum fluida statik dalam kehidupan sehari-hari
3.4  Menerapkan prinsip fluida dinamik dalam teknologi
v  KD Keterampilan
4.3 Merancang dan melakukan percobaan yang memanfaatkan sifat-sifat fluida statik, berikut presentasi hasil percobaan dan pemanfaatannya
4.4 Membuat dan menguji proyek sederhana yang menerapkan prinsip dinamika fluida

2.2 Kedalaman Materi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kedalaman berasal dari kata dalam yang memiliki arti: 1) jauh ke bawah (dari permukaan); jauh masuk ke tengah (dari tepi); 2) Paham benar-benar (ilmu pengetahuan dsb); 3) sampai ke lubuk hati; betul-betul terasakan di hati (cinta, dendam, penderitaan, sakit hati); 4) mengandung makna (maksud) yg sukar dipahami (perkataan), sedangkan kedalaman itu sendiri memiliki arti: 1) jarak dr permukaan sampai ke dasar; dalamnya; 2) kemampuan penguasaan (ilmu): 3) terlalu dalam; lebih dalam dp yg seharusnya; (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Kedalaman materi merupakan rincian materi yang diberikan secara lebih mendetail.

2.2.1 Kedalaman Materi Fluida Statik

Menurut Subagya dan Wilujeng (2013: 127) Pengorganisasisam Tatap Muka dari Materi Pokok Fluida Statik, yaitu:
Tabel 2.3 Pengorganisasian Tatap Muka (TM) dari Materi Pokok Fluida Statik
Pertemuan
Materi
1
Tekanan Hidrostatik dan Hukum Pascal
2
Hukum Archimedes dan Penerapannya
3
Tegangan Permukaan, Meniskus, Kapilaritas, Viskositas
4
Ulangan Harian dan Proyek

Dari tabel tersebut jelas materi fluida statis yang diajarkan di SMA lebih kompleks yang terdiri dari Tekanan Hidrostatik, Hukum Pascal, Hukum Archimedes, Tegangan Permukaan, Meniskus, Kapilaritas, dan viskositas. Sedangkan, jika dibandingkan pada fluida yang ada pada materi SMP hanya berbatas pada materi Percobaan Archimedes, Hukum Pascal dan Difus – Osmoses, dan pada tingkat SMP tersebut digolongkan dalam BAB Tekanan Zat cair dan Penerapannya Dalam Kehihdupan Sehari-hari.
Fluida adalah zat yang bisa mengalir.Contohnyaadalah zat cair dan zat gas.Sedangkan statis artinya diam.Berarti fluida statis mempelajari tentang sifat-sifat fluida(zat alir) yang diam. Besaran-besaran yang dimiliki olehfluida statis dapat kalian cermati penjelasan berikut.

A.    Tekanan Hidrostatis

Mengapa air yang diam di waduk dapat menjebol tanggulnya?Jawabannya adalah karena fluida statis memiliki tekanan hidrostatis.Untuk mengetahui tekanan hidrostatis itu dapat dilihat pada Gambar di berikut.
Sebuah bejana berisi air yang diam. Mengapa di titik A ada tekanan hidrostatis. Sesuai definisinya, tekanan adalah besarnya gaya persatuan luas maka di titik A terasa ada tekanan karena ada gaya berat dari air di atasnya.
Berarti tekanan hidrostatis di titik A dapat ditentukan sebagai berikut.
Dengan:            = Tekanan Hidrostatis (Pa)
                          = Massa Jenis Fluida (Kg/m3)
                        g  = Percepatan Gravitasi (M/S2)
                        h  = Kedalaman Fluida (M)

B.     Hukum Pascal

Seorang ilmuwan dari Perancis, Blaise Pascal (1623-1662) telah menyumbangkan sifat fluida statis yang kemudian dikenalsebagai hukum Pascal.Bunyi hukum Pascal itu secara konsep dapat dijelaskan sebagai berikut “Jika suatu fluida diberikan tekanan pada suatu tempat maka tekanan itu akan diteruskan ke segala arah sama besar.”
Dari hukum Pascal di atas dapat ditentukan perumusan untuk bejana berhubungan pada Gambar di samping seperti berikut.

C.     Hukum Archimedes

Menurut Handayani dan Damari (2009: 110-114) Kapal laut terbuat dari bahan logam. Jika kalian masukkan sebatang logam ke dalam air tentu akan tenggelam. Tetapi mengapa kapal laut bisa terapung, bahkan dapat memuat barang dan orang yang cukup banyak?Fenomena inilah yang dapat dijelaskan dengan hukum Archimedes.
Archimedes adalah seorang ilmuwan yang hidup sebelum masehi (287-212 SM). Archimedes telah menemukan adanya gaya tekan ke atas atau gaya apung yang terjadi pada benda yang berada dalam fluida (air). Pandangan Archimedes dapat dirumuskan sebagai berikut.“Jika benda dimasukkan dalam fluida maka benda akan merasakan gaya apung yang besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan.”
Perhatikan Gambar di atas, sebuah balok dimasukkan kedalam air. Saat volume balok tercelup VT maka fluidaitu akan berpindah dengan volume juga VT berarti gayatekan ke atas yang dirasakan balok sebesar:
Dengan:             = gaya tekan ke atas (N)  
  = massa jenis fluida air (Kg/m3)   
   = percepatan gravitasi (10 m/s2)
  = volume fluida yang dipindahkan atau
volume benda tercelup (V)

Menurut Nurachmandani (2009:2012-212) Adanya gaya Archimedes dalam zat cair menjadikan benda yang dimasukkan ke dalam zat cair mengalami tiga kemungkinan, yaitu terapung, melayang, dan tenggelam.
Terapung adalah keadaan seluruh benda tepat berada di atas permukaan zat cair atau hanya sebagian benda yang berada di bawah permukaan zat cair. Benda dapat terapung dikarenakan massa jenis benda lebih kecildaripada massa jenis zat cair , sehingga berat benda juga lebih kecil daripada gaya Archimedes . Contoh peristiwa terapung, antara lain, gabus atau kayu yang dimasukkan ke dalam air.
Melayang adalah keadaan benda yang berada di antara permukaan dan dasar dari zat cair. Benda dapat melayang dikarenakan massa jenis benda sama dengan massa jenis zat cair , sehingga berat benda menjadi sama dengan gaya Archimedes . Dengan kata lain, berat benda di dalam zat cair sama dengan nol. Contoh peristiwa melayang adalah ikan-ikan di dalam perairan.
Tenggelam adalah keadaan benda yang berada di dasar zat cair. Benda dapat tenggelam dikarenakan massa jenis benda lebih besar dari-pada massa jenis zat cair , sehingga berat benda juga lebih besar daripada gaya Archimedes . Contoh peristiwa tenggelam, antara lain, batu yang dimasukkan ke dalam air.

D.    Penerapan hukum Archimedes

1.      Hidrometer
Hidrometer merupakan alat untuk mengukur berat jenis atau massa jenis zat cair. Jika hidrometer dicelupkan ke dalam zat cair, sebagian alat tersebut akan tenggelam. Makin besar massa jenis zat cair, Makin sedikit bagian hidrometer yang tenggelam. Hidrometer banyak digunakan untuk mengetahui besar kandungan air pada bir atau susu.
2.      Jembatan Ponton
Jembatan ponton adalah kumpulandrum-drum kosong yang berjajar sehinggamenyerupai jembatan.Jembatan pontonmerupakan jembatan yang dibuat berdasarkanprinsip benda terapung.Drumdrumtersebut harus tertutup rapat sehinggatidak ada air yang masuk ke dalamnya.Jembatan ponton digunakan untukkeperluan darurat.Apabila air pasang,jembatan naik.Jika air surut, makajembatan turun.Jadi, tinggi rendahnyajembatan ponton mengikuti pasang surutnya air.
3.      Kapal Laut
Pada saat kalian meletakkan sepotong besi pada bejana berisi air, besiakan tenggelam.Namun, mengapa kapal laut yang massanya sangat besartidak tenggelam?Bagaimana konsep fisika dapat menjelaskannya?Agarkapal laut tidak tenggelam badan kapal harus dibuat berongga.hal inibertujuan agar volume air laut yang dipindahkan oleh badan kapalmenjadi lebih besar. Berdasarkan persamaan besarnya gaya apung sebanding dengan volume zat cair yang dipindahkan, sehingg gaya apungnya menjadi sangat besar. Gaya apung inilah yang mampu melawan berat kapal, sehingga kapal tetap dapat mengapung di permukaan laut.
4.      Kapal Selam dan Galangan Kapal
Pada dasarnya prinsip kerja kapal selam dan galangan kapal sama.Jika kapal akan menyelam, maka air laut dimasukkan ke dalam ruangcadangan sehingga berat kapal bertambah. Pengaturan banyak sedikitnyaair laut yang dimasukkan, menyebabkan kapal selam dapat menyelampada kedalaman yang dikehendaki. Jika akan mengapung, maka air lautdikeluarkan dari ruang cadangan. Berdasarkan konsep tekananhidrostastis, kapal selam mempunyai batasan tertentu dalam menyelam.Jika kapal menyelam terlalu dalam, maka kapal bisa hancur karenatekanan hidrostatisnya terlalu besar.
Untuk memperbaiki kerusakan kapal bagian bawah, digunakangalangan kapal. Jika kapal akan diperbaiki, galangan kapal ditenggelamkandan kapal dimasukkan. Setelah itu galangan diapungkan. Galanganditenggelamkan dan diapungkan dengan cara memasukkan danmengeluarkan air laut pada ruang cadangan.

E.     Tegangan Permukaan

Contoh peristiwa yang membuktikan adanya tegangan permukaan,antara lain, peristiwa jarum, silet, penjepit kertas, atau nyamuk yang dapat mengapung di permukaan air; butiran-butiran embun berbentuk bola padasarang laba-laba; air yang menetes cenderung berbentuk bulat-bulat dan air berbentuk bola di permukaan daun talas.
Tegangan permukaan suatu zat cair didefinisikan sebagai gaya tiap satuan panjang. Jika pada suatu permukaan sepanjang l bekerja gaya sebesarF yang arahnya tegak lurus pada l, dan  menyatakan tegangan permukaan, maka persamaannya adalah sebagai berikut.

Dengan:             = tegangan permukaan (N/m)
                          = gaya (N)
                           = panjang permukaan (m)
A.    Gejala Meniskus
Apabila Anda menuangkan raksa ke dalam suatu tabung kaca dan air pada tabung kaca lainnya, kemudian Anda perhatikan bentuk permukaannya.Apa yang Anda dapatkan? Anda akan mendapatkan bentuk kedua permukaan seperti yang dilukiskan pada Gambar 7.9. Jika pada lengkungan air dan raksa Anda tarik garis lurus, maka garis itu akan membentuk sudut   terhadap dinding vertikal tabung kaca. Sudut tersebut dinamakan sudut kontak.Oleh karena itu, sudut kontak adalah sudut yang dibentuk antara permukaan zat cair dengan permukaan dinding pada titik persentuhan zat cair dengan dinding.
Kelengkungan permukaan suatu zat cair di dalam tabung disebut meniskus. Karena bentuknya cekung maka meniskus air dalam bejana kaca dinamakan meniskus cekung. Sudut yang dibentuk oleh kelengkungan air terhadap garis vertikal dinamakan sudut kontak.Besarnya sudut kontak untuk meniskus cekung lebih kecil dari 90°.

F.      Gejala Kapilaritas

Kapilaritas adalah peristiwa naikatau turunnya zat cair di dalam pipakapiler (pipa sempit). Kapilaritas dipengaruhi oleh adanya gaya kohesidan adhesi antara zat cair dengandinding kapiler. Karena dalam pipa kapiler gaya adhesi antara partikel airdan kaca lebih besar daripada gayakohesi antara partikel-partikel air,maka air akan naik dalam pipa kapiler. Sebaliknya raksa cenderung turun dalam pipa kapiler, jika gayakohesinya lebih besar daripada gaya adhesinya. Kenaikan atau penurunanzat cair pada pipa kapiler disebabkan oleh adanya tegangan permukaan  yang bekerja pada keliling persentuhan zat cair dengan pipa.
Jika massa jenis zat cair adalah , tegangan permukaan , sudut kontak , kenaikan zat cair setinggi , dan jari-jari pipa kapiler adalah , maka berat zat cair yang naik dapat ditentukan melalui persamaan berikut.
Komponen gaya vertikal yang menarik zat cair sehingga naik setinggi h adalah:
Jika nilai F Anda ganti dengan  , maka persamaannya menjadi seperti berikut.
keterangan:       = kenaikan/penurunan zat cair dalam pipa (m)
                         = tegangan permukaan (N/m)
                         = sudut kontak (derajat)
                         = massa jenis zat cair (Kg/m3)
                         = jari-jari pipa (m)

G.    Viskositas atau Kekentalan

Viskositas merupakan ukuran kekentalan fluida yang menyatakanbesar kecilnya gesekan di dalam fluida.Makin besar viskositas suatu fluida, maka makin sulit suatu fluida mengalir dan makin sulit suatu benda bergerak di dalam fluida tersebut. Di dalam zat cair, viskositas dihasilkan oleh gaya kohesi antara molekul zat cair. Sedangkan dalam gas, viskositas timbul sebagai akibat tumbukan antara molekul gas.
Viskositas zat cair dapat ditentukan secara kuantitatif dengan besaran yang disebut koefisien viskositas(𝜂).Satuan SI untuk koefisien viskositas adalah Ns/m2 atau pascal sekon (Pa s).Ketika Anda berbicara viskositas Anda berbicara tentang fluida sejati.Fluida ideal tidak mempunyai koefisien viskositas.
Apabila suatu benda bergerak dengan kelajuan  dalam suatu fluida kental yang koefisien viskositasnya𝜂, maka benda tersebut akan mengalamigaya gesekan fluida sebesar , dengan k adalah konstanta yang bergantung pada bentuk geometris benda. Berdasarkan perhitungan laboratorium, pada tahun 1845, Sir George Stokes menunjukkan bahwa untukbenda yang bentuk geometrisnya berupa bola nilai .Bila nilai k dimasukkan ke dalam persamaan, maka diperoleh persamaan seperti berikut.
Persamaan di atas selanjutnya dikenal sebagai hukum Stokes.
Keterangan:      = gaya gesekan stokes (N)
                         = koefisien viskositas fluida (Pa s)
                         = jari-jari bola (m)
                        =kelajuan bola (m/s)
Kecepatan terminal


2.2.2 Kedalaman Materi Fluida Dinamis

Menurut Sunardi dan Zenab (2014:128) Pada KD3.7 dan4.7 kedalaman materi ditekankan pada dinamika fluida. Selain itu, peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang dinamika fluida yang dititikberatkan pada fluida ideal.Kajian tentang analisis vektor gerak dua dimensi dapat ditinjau dari asas kontinuitas dan asas Bernoulli. Peserta didik diharapkan dapat mendeskripsikan penerapan asas kontinuitas dan asas Bernoulli, misalkan tangki berlubang, venturimeter, penyemprot nyamuk, dan gaya angkatsayap pesawat terbang. Alangkah baiknya jika dalam membahas dinamika fluida ini menggunakan pendekatan sainstifik dan model pembelajaran inkuiri. Konsep prasyarat dalam materi ini adalah zat padat, cair, dan gas yang telah diberikan di SMP/MTs dan fluida statis yang telah diberikan di SMA/MA kelas X semesterII.
Fluida dinamis adalah fluida yang mengalir atau bergerak terhadap sekitarnya. Pada pembahasan fluida dinamis, kita akan mempelajari mengenai persamaan kontinuitas, dan hukum bernoulli beserta penerapannya.

A.    Fluida Ideal

Fluida deal adalah fluida yang inkompresibel, artinya fluida yang kerapatannya (massa jenisnya) sulit diubah dan tidak memiliki gesekan dalam (viskositas). Terdapat dua jenis aliran fluida, sebagai berikut.
a)      Aliran lurus atau laminar (laminar flow), yaitu jika aliran lancer sehingga lapisan fluida yang saling berdekatan mengalir dengan lancar.
b)      Aliran turbulen (turbelen flow), yaitu aliran dengan cirri laju aliran cukup tinggi, dan melingkar-lingkar seperti pusaran air (arus eddy) sehingga aliran menjadi kacau dan tidak teratur.

B.     Asas Kontinuitas

Apabila suatu fluida mengalir dalam sebuah pipa dengan luas penampang A dan kecepatan aliran fluidanya v, maka banyaknya fluida (volume) yang mengalir melalui penampang tersebut tiap satuan waktu dinamakan dengan debit. Bentuk persamaannya adalah sebagai berikut:
Jika suatu fluida mengalir dengan aliran untuk melewati pipa yang mempunyai luas penampang yang berbeda, maka volume fluida yang melewati setiap penampang itu sama besar dalam selang waktu yang sama.
Dengan:           ρ1 = massa jenis fluida pada penampang 1 (kg/m3)
A1 = luas penampang 1 (m2)
v1 = kecepatan fluida pada penampang 1 (m/s)
ρ2 = massa jenis fluida pada penampang 2 (kg/m3)
A2 = luas penampang 2 (m2)
V2 = kecepatan fluida pada penampang 2 (m/s)
Untuk fluida yang tak termampatkan, massa jenis fluida selama mengalir adalah konstan (ρ1 = ρ2), sehingga:

C.     Asas Bernoulli

Persamaan asas Bernoulli menyatakan bahwa: “Jumlah tekanan, energi kinetik tiap satuan volume dan energi potensial per satuan volume selalu bernilai sama pada setiap titik sepanjang garis lurus.”
dengan:           p = tekanan (N/m2)
ρ = massa jenis fluida (kg/m3)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
h = ketinggian fluida dari titik acuan (m)
v = kecepatan fluida (m/s)
Untuk kasus fluida tak mengalir, persamaan asas Bernoulli menjadi:
Untuk kasus fluida yang mengalir pada pipa horizontal (h1 = h2), persamaan Bernoulli menjadi:

D.    Penerapan Asas Kontinuitas dan Asas Bernoulli

1.      Menentukan Kecepatan dan Debit Semburan Air pada Tangkiyang Berlubang
Besarnya semburan air pada lubang yang terdapat pada dinding tangki dapat ditentukandengan menggunakan persamaan:
dengan: h = tinggi air di atas lubang (m)
Persamaan debit aliran dari lubang bocoran dapat dirumuskan sebagai berikut.
Jika air keluar dari lubang B dengan kelajuan v dan jatuh di titik D, maka terlihat lintasanair dari B ke D berbentuk parabola.Berdasarkan persamaan jarak pada gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Sehingga berlaku persamaan:
Dengan:     t = waktu yang diperlukan dari B ke D (s)
h2 = ketinggian lubang diukur dari dasar tangki (m)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
Gerak air (fluida) pada sumbu x merupakan gerak lurus beraturan (GLBB). Sehinggaberlaku persamaan:
dengan:           x = jarak mendatar diukur dari tangki (m)
h = h1 – h2 (m)
h2 = ketinggian lubang (m)
2.      Venturimeter
Venturimeter merupakan alat yang digunakanuntuk mengukur laju aliran suatu zat cair.Alat ukur venturi ini terdiri atas dua jenis, yaitu venturimeter tanpa manometer dan venturimeter dengan manometer.
        
Persamaan hukum Bernoulli pada venturimeter tanpa manometer adalah:
Jika venturimeter dilengkapi dengan manometer(berupa pipa U yang berisi zat cair lain), seperti tampak pada Gambar di samping, maka kecepatan aliran fluida dapat ditentukan dengan persamaan:
3.      Karburator
Pada karburator, terdapat semacam tabung venturi yang bagian menyempitnya beradapada bagian atas jet. Ketika udara masuk ke dalam tabung venturi dan melalui bagian menyempit, udara akan bergerak dengan kecepatan tinggi. Sesuai dengan Asas Bernoulli, pada bagian penyempit ini tekanan udaranya rendah, lebih kecil daripada tekanan atmosfer pada permukaan bahan bakar (bensin) di dalam tangki bensin sehingga tekanan atmosferpada permukaan bensin di dalam tangki akan memaksa bensin tersembur keluar melalui jet dan bensin akan bercampur dengan udara. Campuran ini berupa kabut yang mudah sekali terbakar.
4.      Penyemprot Nyamuk
Penyemprot nyamuk memiliki prinsip kerja yang mirip dengan karburator. Semburan udara yang bergerak cepat di atas mulut nosel karena tekanan udara di atas nosel lebih kecil daripada tekanan udara pada permukaan cairan di dalam tabung, maka cairan akan menyemprot melalui nosel.
Dari persamaan Bernoulli, diperoleh:
Dengan demikian maka cairan obat nyamuk akan naik setinggi h dan menyemprot karena pengaruh kecepatan .
5.      Tabung Pitot
Tabung pitot merupakan alat yang digunakan untuk mengukur laju aliran suatu gas atau udara.Kelajuan gas atau udara yang mengalir melalui tabung pitot dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan berikut ini.
Dengan:     v = kelajuan aliran udara atau gas (m/s)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
h = selisih tinggi permukaan kolom zat cair di dalam manometer (m)
ρ´ = massa jenis zat cair dalam manometer (kg/m3)
ρ = massa jenis gas (kg/m3)

6.      Gaya Angkat Sayap Pesawat Terbang
Sebuah pesawat terbang dapat tinggal landas dan mengudara karena adanya gaya angkat pada sayap pesawat terbang. Sayap pesawat didesain memiliki bagian belakang yang lebih pipih (tajam) dibandingkan dengan bagian depannya dan sisi bagian atas lebih melengkung daripada sisi bagian bawahnya.
Dengan desain seperti itu, pada saat pesawat bergerak maju kelajuan aliran udara pada bagian atas sayap lebih besar dibandingkan dengan kelajuan aliran udara pada bagian bawah sayap.
Sesuai dengan asas Bernoulli, keadaan ini menyebabkan tekanan dari bagian bawah sayap lebih besar di bagian atasnya. Selisih kedua tekanan ini menghasilkan gaya angkatpesawat yang besarnya adalah:
Jika nilai F1 – F2 > mg (berat pesawat), maka peswat akan terangkat ke udara.

2.3 Keluasan Materi Fluida Statis dan Dinamis

Keluasan materi adalah banyaknya pembahasan pelajaran yang diberikan.pada buku kurikumlum 2013 sebelum revisi materi ini berada pada bab 6 kelas X SMA sedangkan pada edisi revisi 2016 terletak pada mateteri kelas XI. Pembahasan materi fluida statis berkenaan dengan pengertian, hukum-hukum yang berkenaan dengan materi yaitu pengaruh tekanan dan penerapannya.
Materi Fluida Dinamis pada buku kurikumlum 2013 sebelum revisi materi ini berada pada bab tujuh kelas XI SMA setelah revisi 2016 tetap berada pada materi kelas XI. Pembahasan Materi fluida dinamismencakup luas materi Garis Alir, Asas Kontinuitas dan Asas Bernoulli dan penerapannya seperti Venturimeter, Penyemprot Nyamuk, Tabung Pitot, gaya angkat pesawat. Dari materi utama yang di berikan tadi berarti tingkat keluasannya tidak terlalu besarkarena hanya dua pembahasan utama yaitu hakekatnya, hukum-hukumnya (Asas Kontiniutas dan Asas Bernoalli) dan penerapan hukum.Pada penerapan asas Bernaulli seperti penyemprot nyamuk ini merupakan bentuk kedalaman materi pada asas Bernoalli. Untuk memperjelasnya dapat dilihat pada bagan di bawah ini:
Bagan 2.1 Materi Fluida pada tingkat SMA
Jika kita bandingkan dengan materi SMP kurikulum 2013 maka keluasan materi SMA lebih luas dibandingkan materi SMP.Pada materi SMP hanya menjelaskan tentang hukum pascal, arcimedes, dan penerapannya.Pada materi SMP belum menjelaskan tentang fluida dan jenis-jenis fluida dan asas-asas lainnya.

2.4 Urutan Penyajian Materi

Urutan materi yang diberikan pada materi fluida statis dan dinamis sudah sangat baik.  Hal ini berdasarkan alasan tingkat kemampuan siswa atau mahasiswa dalam  mempelajari materi pada jenjang pendidikan tersebut. Bentuk urutan materi  yang diberikan bersifat hierarkis. Urutan materi pembelajaran secara hierarkis menggambarkan urutan yang bersifat berjenjang dari atas ke bawah.Pada materi ini menjelaskan dari yang umum terlebih dahulu kemudian menuju tahap-tahap yang lebih khusus. Urutan penyajian materi yang diberikan di mulai dari sejarah, definisi, macam-macam, dan proses pergerakan. Penjelasan dapat digambarkan pada bagan dibawah ini:
Bagan 2.2 Urutan penyajian pada fluida statis dan dinamis
Penjelasan bagan diatas memberikan keterangan tidak mungkin kita melewati tangga ketiga tanpa melewati tangga kedua terlebih dahulu kecuali dengan langkah yang sangat besar. Maknanya tidak mungkin siswa memahami penerapanfluida statis apabila tidak mengetahui pengertian dari fluida statis bisa jadi ia akan mengatakan bahwa fluida statis merupakan makhluk hidup dengan ciri geraknya. Hal terpenting disini memberikan keterangan bahwa materi sebelumnya harus dipelajari dahulu sebagai prasyarat untuk mempelajari materi berikutnya.

2.4.1 Urutan Penyajian Materi Fluida Statis

Urutan Materi yang dijelaskan pada Fluida Dinamis itu sendiri, yaitu:
-            Tekanan Hidrostatik
-            Hukum Pascal
-            Hukum Archimedes dan Penerapannya
-            Tegangan Permukaan
-            Meniskus
-            Kapilaritas
-            Viskositas

2.4.2 Urutan Penyajian Materi Fluida Dinamis

Urutan Materi yang dijelaskan pada Fluida Dinamis itu sendiri, yaitu:
-            Garis Alir
-            Asas Kontinuitas
-            Asas Bernoulli
-            Penerapan Asas Kontinuitas dan Asas Bernoulli, terdiri dari: Menentukan Kecepatan dan Debit Semburan Air pada Tangki yangBerlubang, Venturimeter, Karburator, Penyemprot Nyamuk, Tabung Pitot, dan Gaya Angkat Sayap Pesawat Terbang.

2.5 Penerapan Materi

Setelah peserta didik mengikuti pembelajaran Fisika di SMA/MA diharapkan memiliki kompetensi yang mencakup kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan sebagai berikut.
·         Menjalani kehidupan dengan sikap positif dengan daya pikir kritis, kreatif, inovatif, dan kolaboratif, disertai kejujuran dan keterbukaan, berdasarkan potensi proses dan produk fisika;
·         Memahami fenomena alam di sekitarnya, berdasarkan hasil pembelajaran sains melalui bidang-bidang Fisika;
·         Membedakan produk atau cara yang masuk akal dengan produk atau cara yang tidak bersesuaian dengan prinsip-prinsip Fisika;
·         Mengambil keputusan di antara berbagai pilihan yang dibedakan oleh hal-hal yang bersifat ilmiah;
·         Menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya, terutama memilih di antara cara-cara yang telah dikenal manusia berdasarkan pertimbangan ilmiah;
·         Mengenali dan menghargai peran Fisika dalam memecahkan permasalahan umat manusia; dan
·         Memahami dampak dari perkembangan Fisika terhadap perkem bangan teknologi dan kehidupan manusia di masa lalu, maupun potensi dampaknya di masa depan bagi dirinya, orang lain, dan lingkungannya.

2.5.1 Penerapan Materi Fluida Statis

Contoh penerapan hukum Archimedes  yaitu pada kapal selam pada kapal terdapat kompresor yang dapat merubah kerapatan pada kapal selam tersebut dan contoh lainnya yaitu, kapal laut, galangan kapal, dan hidrometer.

2.5.2        Penerapan Materi Fluida Dinamis

Contoh penerapan Asas kontinuitas dan asas bernoalli adalah venturimeter.Venturimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur laju aliran suatu zat cair. Alat ukur venturi ini terdiri atas dua jenis, yaitu venturimeter tanpa manometer dan venturimeter dengan manometer.yaitu debit tangki berlubang, penyemprot nyamuk, tabung pitot, venturimeter, dan gaya angkat pesawat

2.6 Miskonsepsi Pada Materi Fluida Statis dan Fluida Dinamis

Menurut  Prokop & Fancovicova (dalam Manalu, 2012: 292-303), Miskonsepsi dalam pembelajaran sains dapat dikarakteristikkan sebagai berikut; miskonsepsi dapat ditemukan pada laki-laki dan perempuan tanpa memandang umur, kemampuan, kelas sosial dan budaya.
Beberapa kesalahan konsep yang sering terjadi pada materi fluida statis dan dinamis yaitu Pada kebanyakan buku dituliskan bahwa penerapan materi asas kontinuitas dan bernoalli adalah Venturimeter, Penyemprot Nyamuk, Tabung Pitot, gaya angkat pesawat, dan kebocoran. Padahal pada asas kontinuitas hanya menjelaskan tentang debit air. Seharusnya diberi perbedaan antara penerapan asas bernaoalli dan asa kontinuitas.
Miskonsepsi dapat terjadi karena siswa membangun pemahaman mereka berdasarkan pengetahuan awal yang kurang memadai, sehingga konstruksi mereka berbeda dengan yang dimiliki guru.
Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang menggunakan pola piker induktif serta selalu mengkaji materi melalui fenomena alam, sehingga miskonsepsi akan lebih mudah terjadi pada diri siswa. Salah satu materi yang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah fluida statis, sehingga siswa sering berhubungan langsung dalam setiap aktivitasnya.Hal ini dapat membawa dampak miskonsepsi pada siswa jika konsepsi dan pemahamannya melalui pengalaman yang diperoleh hanya sepotong-sepotong.
Berikut ini adalah contoh miskonsepsi yang terjadi dalam materi fluida, yaitu:
·         Siswa beranggapan bahwa suatu benda yang tenggelam dalam air disebabkan karena benda lebih berat dari pada air, padahal kapal pesiar yang begitu berat tidak tenggelam dalam air.
·         Siswa berpikir bahwa gas tidak mempunyai massa.
·         Siswa berpikir juga bahwa tekanan fluida hanya mengarah ke bawah.
·         Siswa beranggapan bahwa gaya Archimedes pada benda yang tercelup dipengaruhi massa benda
·         Siswa beranggapan bahwa tekanan berbanding lurus dengan luas penampang wadah

Berikut ini miskonsepsi yang ditemukan pada materi fluida statis oleh Wasis (2013) dalam Marwiah (2014) yaitu : benda tenggelam dalam air karena benda lebih berat daripada air. Miskonsepsi yang lain ditemukan oleh Henny (2012) dalam Marwiah (2014) yaitu : (1) siswa berpendapat bahwa tekanan hidrostatis terbesar terjadi pada bagian atas zat cair karena memiliki energi potensial paling besar; (3) tekanan hidrostatis maksimum pada zat cair tepat berada di tengah-tengah karena tekanan total yang terjadi berasal dari atas, bawah dan samping; (4) benda yang berat pasti akan tenggelam dalam zat cair, benda yang volumenya/bentuknya besar pasti tenggelam dalam zat cair, dan zat padat pasti akan tenggelam dalam zat cair.
Miskonsepsi yang peneliti temukan pada siswa SMKN Bandung ketika melakukan observasi awal yaitu : (1) sebanyak 81,3 % siswa berpendapat bahwa tekanan hidrostatis bergantung pada bentuk bejana tempat zat cair, (2) sebanyak 87,5 % siswa berpendapat bahwa berat benda di udara lebih besar daripada berat benda di dalam zat cair (3) sebanyak 59,4 % siswa berpendapat bahwa massa/berat merupakan satu-satunya faktor penyebab benda akan tenggelam/mengapung (4) sebanyak68,8 % siswa berpendapat bahwa ketebalan benda akan menentukan posisinya (tenggelam/mengapung) ketika dimasukkan ke dalam zat cair (5) sebanyak 84,4 % siswa berpendapat bahwa luas permukaan benda yang dicelupkan ke dalam zat cair menentukan benda tenggelam/mengapung (6) sebanyak 75 % siswa berpendapat bahwa sebuah wadah tertutup berisi benda yang posisinya tenggelam dalam zat cair akan tenggelam jika ke dalam wadah yang berisi benda tersebut dimasukkan benda yang ringan (7) sebanyak 59,4 % siswa berpendapat bahwa tenggelam/mengapung sebuah benda dalam zat cair ditentukan oleh volume zat cair (8) sebanyak 90,6 % siswa berpendapat bahwa benda yang dilubangi posisinya akan tenggelam ketika dicelupkan ke dalam zat cair (9) sebanyak 84,4 % siswa berpendapat bahwa semakin besar bagian benda yang mengapung menunjukkan semakin besar gaya apung yang bekerja. Berdasarkan hasil angket dan wawancara dengan guru dan siswa, terjadinya miskonsepsi di beberapa SMKN Bandung penyebabnya bisa berbagai faktor, antara lain : guru yang bukan lulusan Fisika, kemampuan berpikir siswa SMK yang berbeda bila dibandingkan dengan siswa SMA, proses pembelajaran yang tidak membiasakan kepada pemahaman konsep, buku pegangan yang lebih menonjolkan hitungan (sedikit sekali dikaitkan dengan pemahaman dan gejala alam), dan ketersediaan sarana dan prasarana sehingga siswa jarang melakukan praktikum.
Ada banyak cara mengatasi miskonsepsi dalam bidang Fisika.  Banyak penelitian telah dilakukan para ahli pendidikan Fisika yang mengungkapkan bermacam-macam kiat yang di buat untuk membantu siswa memecahkan persoalan miskonsepsi.
Secara garis besar langkah yang digunakan membantu mengatasi miskonsepsi adalah:
a.       Mencari atau mengungkapkan miskonsepsi yang dilakukan siswa
b.      Mencoba menemukan penyebab miskonsepsi tersebut
c.       Mencari perlakuan yang sesuai untuk mengatasi
Para peneliti miskonsepsi menemukan berbagai hal yang menjadi penyebab miskonsepsi pada peserta didik. Secara garis besar, penyebab miskonsepsi dapat diringkas dalam lima kelompok, yaitu : peserta didik, guru, buku siswa, konteks dan metode mengajar.
Penyebab yang berasal dari peserta didik dapat terdiri dari berbagai hal, seperti kemampuan, tahap perkembangan, minat, cara berpikir, dan teman lain. Penyebab kesalahan dari guru dapat berupa ketidakmampuan guru dalam menguasai materi.Penyebab miskonsepsi dari buku siswa biasanya terdapat dalam penjelasan atau uraian yang salah dalam buku tersebut.Konteks, seperti budaya, agama, dan bahasa sehari-hari juga mempengaruhi miskonsepsi peserta didik.
Sedangkan metode mengajar yang hanya menekankan kebenaran satu segi sering memunculkan salah pengertian pada peserta didik, sering kali penyebab-penyebab itu berdiri sendiri, tetapi kadang-kadang saling terkait satu sama lain, sehingga salah pengertiannya menjadi semakin kompleks. Hal ini menyebabkan semakin tidak mudah untuk membantu siswa.


BAB III 
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kedalaman Materi fluida statis dan dinamimemperinci pengertian dan  penerapannya, keluasan materi bertambah di bandingkan smp berupa penjelasan fluida dan fluida dinamis, dan urutan penyajian materi yang di berikan bersifat hierarkis.Pada matri fluida terdapat banyak miskonsepsi yaitu akibat kurangnya penjabaran materi yang diberikan dan banyak faktor lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Kamus Besar Bahasa Indonesia
Handayani, Sri dan Ari Damari. 2009. Fisika untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Manalu, Kartika. 2012. Pembelajaran Konsep : Upaya MengatasiMiskonsepsi Dalam Pembelajaran Biologi, Vol. II No. 2
Marwiah. 2014. Jurnal Penggunaan Conceptial Change Model Berbantuan Media Simulasi Virtual Untuk Menurunkan Kuantitas Siswa Yang Miskonsepsi Dan Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Smk Pada Materi Fluda Statis. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia
Nurachmandani, Setya. 2009. Fisika 2 Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Silabus Fisika SMA Kelas XI
Silabus IPA Permendikbud No. 59 Tahun 2014
Subagya, hari dan Insih Wilujeng. 2013. Buku Guru SMA/MA Kelas X. Jakarta: Bumi Aksara
Sunardi dan Siti Zenab. 2014. Buku Guru Fisika untuk SMA/MA Kelas XI. Bandung: Yrama Widya

Tidak ada komentar:
Write komentar