Welcome to "Belajar Asyik" Blog Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Dua nikmat, yang manusia banyak tertipu dengannya : nikmat sehat dan waktu luang" (hadits shahih diriwayatkan oleh Al-Bukhari, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan lainnya)

Jumat, 21 Oktober 2016

LAPORAN KIMIA DASAR - PEMISAHAN KOMPONEN DARI CAMPURAN DAN ANALISIS MELALUI PENGENDAPAN


PERCOBAAN V
I.                  JUDUL PRAKTIKUM
PEMISAHAN KOMPONEN DARI CAMPURAN DAN ANALISIS MELALUI PENGENDAPAN
II.               HARI, TANGGAL
JUM’AT
III.           TUJUAN PERCOBAAN
1.      Memisahkan campuran dengan cara (1) sublimasi, (2)ekstraksi, (3)dekantasi, (4)kristalisasi, dan (5)kromatografi.
2.      Mengendapkan barium klorida dan menentukan presentase hasil
3.      Menentukan presentase barium klorida dalam suatu campuran.
4.      Mendalami dan menggunakan hukum stoikiometri dalam reaksi kimia.
5.      Mengembangkan keterampilan menyaring dan memindahkan endapan.
IV.           PERTANYAAN PRA PRAKTEK
1.      Apa yang dimaksud dengan memisahkan komponen dari campuran?
Jawab :
Pemisahan komponen dari campuran adalah memisahkan komponen yang menyusun suatu komponen (zat yang terlarut) dengan pelarutnya (dapat berupa zat cair, padat, dan gas).
2.      Sebutkan cara-cara pemisahan yang anda ketahui dan jelaskan prinsipnya.
Jawab:
a.       Sublimasi adalah pemisahan padatan dari suatu campuran berbentuk padatan dengan cara penguapan. Prinsip yang digunakan berdasarkan fasa padat menjadi gas.
b.      Ekstraksi adalah proses pemisahan komponen zat dari suatu campuran. Prinsip yang digunakan berdasar perbedaan kelarutan.
c.       Dekantasi adalah proses pemisahan campuran dari padatannya dengan menuang perlahan. Prinsip yang digunakan berdasar perbedaan molekul.
d.      Kristalisasi adalah  proses pemisahan campuran dari padatannya. Prinsip yang digunakan berdasa kelarutan.
e.       Kromatografi adalah pemisahan zat padat dari campurannya. Prinsip yang digunakan berdasar perbedaan migrasi senyawa.
3.      Apa yang dimaksud dengan Rf dan apa perannya dalam proses pemisahan?
Jawab:
Rf yaitu perbandingann dari jarak yang ditempuh oleh suatu solut terhadap jarak yang ditempuh soluen selama selang waktu yang sama. Perannya untuk keperluan identifikasi noda-noda sering ditentukan jaraknya dengan harga Rf.
4.      Berikan definisi untuk: a. flitrat b. %komposisi c. endapan d. stoikiometri e. supernatan f. hasil teoritis
Jawab :
a.       Filtrat adalah suatu zat didalam suatu larutan
b.      % komposisi adalah presentase pembentukan suatu larutan penyusunnya.
c.       Endapan adalah bagian zat yang memisah dari cairan didalam suatu larutan.
d.      Stoikiometri adalah ilmu yang mengkaji tentang hubungan kuantitatif antara molekul, unsur dari atom-atom yang relatif dalam suatu reaksi kimia.
e.       Supernatan adalah senyawa yang digunakan untuk memecahkan cairan padatannya secara perlahan (dalam proses dekantasi)
f.       Hasil teoritis adalah suatu hasil dari analisa pengendapan dari stoikiometri reaksi.
5.      Bagaimana menguji apakah endapan telah sempurna?
Jawab:
Dengan cara memindahkan air dari endapan yang telah sempurna benar-benar endapan (menambah dan mencuci endapan air)
6.      Masalah apa yang terjadi jika endapan yang terjadi tidak sempurna?
Jawab:
Jika endapan yang terjadi tidak sempurna, maka tidak dapat terbentuk senyawa yang berdasarkan proses pemisahan campuran dari padatannya dengan menuang secara perlahan
7.      Apakah yang anda lakukan jika partikel endapan terlihat dalam filtrat? Apakah sumber utama dari kesalahan percobaan tersebut?
Jawab:
Jika partikel endapan terlihat dalam filtrat, maka harus dilakukan penyaringan kembali. Sumber utama dari kesalahan percobaan adalah kurang baik dalam menyaring, sehingga endapan belum sempurna.
V.               LANDASAN TEORI
Bahan kimia dapat terdiri atas beberapa komponen yang bergabung, biasanya disebut campuran. Pemisahan campuran dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain:
1.      Ekstraksi yaitu proses pemisahan komponen zat dari suatu campuran berdasarkan perbedaan kelarutan.
2.      Dekantasi yaitu proses pemisahan cairan dari padatannya dengan menuangkan supernatan perlahan.
3.      Kristalisasi yaitu proses pemisahan cairan dari padatannya berdasarkan kelarutan.
4.      Kromatografi yaitu pemisahan zat padat dari campurannya berdasarkan perbedaan migrasi senyawa.
Dalam percobaan ini digunakan kromatografi kertas dan jenis kromatografi partisi yang proses pemisahannya didasarkan pada peredaan kecepatan migrasi setiap komponen campuran melalui medium stasioner. Pemisahan dipengaruhi oleh jenis fase gerak, atau pemisahan terjadi karena adanya perbedaan kepolaran senyawa yang dianalisis terhadap pelarut.
Dalam sistem kromatografi, perbandingan gerakan zat terhadap aliran pelarut adalah tetap dan merupakan sifat yang khas. Hal ini dinyatakan sebagai harga Rf yang didefinisikan sebagai:
Rf =
Suatu zat akan mengendap apabila hasil kali kelarutan ion-ionnya lebih besar daripada harga Ksp, pada percobaan ini larutan barium klorida diendapkan dengan  larutan barium kromat
BaCl2(aq) + K2CrO4(aq) à BaCrO4(aq) + 2KCl(aq)
Endapan barium kromat disaring. Hasil teoritis barium kromat dihitung dari endapan yang terbentuk. Semua barium klorida dianggap berubah menjadi hasil. Hasil teoritis ditentukan dari stoikiometri reaksi (epinur,dkk.2013:40-41).
Campuran adalah gabungan dua zat atau lebih yang masih mempunyai sifat zat asalnya. Dengan komposisi tidak tentu dan dapat dipisahkan secara fisika. Pada umumnya campuran digolongkan sebagai materi heterogen artinya tidak seluruh bagian materi ini mempunyai sifat yang sama, contohnya tanah, pasir, batu, granit, dan kayu. Partikel-partikel zat penyusun suatu zat tidak mengalami perubahan sehingga dengan mudah dapat dilihat dan dibedakan. Akan tetapi ada suatu campuran yang partikel-partikelnya tidak dapat dibedakan dengan mata biasa campuran tersebut dinamakan larutan. Oleh karena itu larutan dianggap sebagai materi homogen (walaupun sebenarnya tidak homogen benar). Berdasarkan ukuran partikel tersebut zat penyusun campuran dibedakan sebagai berikut:
1.      Larutan
Contoh: x larutan padat, misalnya kuningan, perunggu
2.      Koloid
Contoh: susu, santa, tinta, dll
3.      Suspensi
Contoh : air sungai yang keruh (Ansyori, Irfan.2000:75-76).
Larutan dapat didefinisikan sebagai campuran homogen antara dua zat atau lebih. Bila kita masukkan sedikit gula kedalam air, gula akan menjadi molekul-molekulnya, hingga diperoleh campuran homogen antara gula dan air, yaitu larutan gula. Larutan gula hanya sukar diterima adanya larutan padat atau cair dalam gas karena bila zat ini terpecah menjadi molekul-molekulnya berarti terbentuk larutan gas dalam gas.
Pemisahan komponen dari campuran dengan ekstraksi yaitu berdasarkan pada perbedaan kelarutan campuran. Daya larut gas dalam cairan tergantung dari jenis gas dan pelarutnya. Untuk gas yang larut dalam fisika dalam zat cair, kelarutannya juga dipengaruhi oleh tekanan gas. Makin besar tekanan gas, daya larutnya makin besar. Menurut hukum Henry(1804) : konsentrasi gas yang larut dalam suatu pelarut berbanding lurus dengan tekanan gas diatas pelarut. Daya larut zat pada dalam cairan umumnya bertambahnya temperatur misalnya kalsium nitrat, timbal klorida, dan sebagainya. Namun natrium klorida, bahkan kalsium klorat daya larutnya berkurang dengan bertambahnya temperatur (Sukardjo.1990:40-41).
Reaksi pengendapan dapat pula digunakan dalam pemeriksaan kimia dalam bidang kimia. Senyawa tidak larut pun masih mempunyai kelarutan karena itu senyawa seperti ini lebih dikatakan sebagai senyawa yang sukar larut.
Bila senyawa yang sukar larut itu bersentuhan dengan air maka sebagian lainnya meninggalkan kisi-kisi kristal endapannya dan masuk kedalam larutan sebagai ion-ionnya menggantikan tempat yang ditinggalkan itu hasil kali kelarutan:
Contoh : zat yang sukar larut yakni AgCl
               AgCl            Ag+ + Cl
Tetapan kesetimbangan termodinamika untuk reaksi diatas:
Kc       =
Oleh karena AgCl adalah zat pelarut murni makan klaksifan sama dengan 1 sehingga Ksp+ =  (Harizal.1995:80-82).
Campuran adalah gabungan dua zat atau lebih yang mempunyai sifat zat asalnya dengan komposisi tidak tertentu  dan dapat dipisahkan dengan fisika. Campuran dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
a.       Campuran homogen adalah campuran serba sama diseluruh bagiannya membentuk suatu type.
b.      Campuran heterogen adalah campuran yang tidak sam membentuk dua fasa atau lebih dan terdapat batas yang jelas diantara fasa-fasa tersebut.
Campuran ini dapat dipisahkan dengan beberapa cara:
a.       Penyaringan atau filtrasi adalah cara pemisahan berdasarkan pada perbedaan ukuran partikel komponen campuran
b.      Sublimasi adalah cara pemisahan campuran berdasarkan perubahan wujud dari zat padat menjadi gas dan sebaliknya.
c.       Penyaringan, cara ini biasanya digunakan untuk memisahkan senyawa-senyawa organik dari campuran (Winarti, Wiwik.1994:19-25).
Kromatografi Gas-Cairan
Kromatografi merupakan metode fisika untuk pemisahan dimana komponen-komponen yang akan dipisahkan didistribusikan antara dua fasa, salah satunya merupakan lapisan stasioner dengan permukaan yang luar, dan fasa yang lain berupa zat alir (floid) yang mengalir lambat (perkolasi) menembus atau sepanjang lapisan stasioner itu (Aloysius, Hadyann.1999:25).
VI.           ALAT DAN BAHAN
A.    PEMISAHAN KOMPONEN DARI CAMPURAN
1.      Pemisahan dengan cara konvensinal
a.       Alat
Ø  Cawan penguap
Ø  Timbangan
Ø  Pembakar bunsen
Ø  Pengaduk
Ø  Kaca arloji
b.      Bahan
Ø  NH4Cl 0,1 g
Ø  NaCl 0,1g
Ø  SiO2
Ø  Air
2.      Pemisahan dengan cara kromatgrafi
a.       Alat
Ø  Bejana kromatografi
Ø  Kaca
Ø  Gunting
Ø  Kertas saring
Ø  Pensil

b.      Bahan
Ø  Butanol
Ø  Asam asetat
Ø  Air
Ø  Tinta hitam
B.     ANALISIS MELALUI PENGENDAPAN
1.      Presentase hasil barium kromat
a.       Alat
Ø  Gelas piala 250 ml
Ø  Pengaduk
Ø  Spirtus
Ø  Kertas saring
Ø  neraca
b.      Bahan
Ø  BaCl2
Ø  Air suling
Ø  K2CrO4
Ø  BaCrO4
2.      Presentase barium klorida dalam campuran
a.       Alat
Ø  Gelas piala 250 ml
Ø  Pengaduk
Ø  Spirtus
Ø  Kertas saring
Ø  neraca
b.      Bahan
Ø  BaCl2
Ø  Air suling
Ø  K2CrO4
Ø  BaCrO4

VII.        PROSEDUR KERJA
A.    PEMISAHAN KOMPONEN DENGAN CAMPURAN
1.      Pemisahan dengan cara konvensional
NH4Cl 0,1g, NaCl 0,1g dan SiO2 0,1g
Cawan Penguap
-          Ditimbang
Cawan penguap + contoh
-          Dipanaskan dengan hati-hati sampai asap putih betul-betul habis.
-          Dibiarkan dingin, lalu ditimbang, dan tambahkan
25 ml air
-          Diaduk selama 5 menit
Hasil pengamatan

NaCl
Cawan penguap + kaca arloji
-          Ditimbang
Cawan penguap + kaca arloji + NaCl
-          Dipanaskan sampai terbentuk kristal NaCl kering
-          Ditimbang
Hasil pengamatan

SiO2
Cawan Penguap
-          Dikeringkan dan ditimbang
SiO2 + Cawan Penguap
-          Ditutup dengan kaca arloji
-          Setelah SiO2 kering dan tidak terjadi penguapan lagi, dinginkan sampai mencapai suhu kamar, lalu ditimbang
Hasil pengamatan

2.      Pemisahan dengan kromatografi
Bejana kromatografi
-          Diisi dengan
Butanol, asam asetat, dan air
-          Ditutup dengan kaca untuk menjenuhkan bejana
Kertas saring
-          Digunting dengan ukuran 3x10cm
-          Dibuat garis 3x8,5cm dengan pensil pada jarak 1-1,5cm dari bagian bawah kertas dan buat nod dengan penotol
-          Ukuran disesuaikan dengan tinggi bejana
-          Gantung kertas dalam bejana dengan noda hars berada diatas pelarut
-          Dibiarkan sampai pemisahan baik
-          Dibiarkan bergerak sampai 1 cm menjelang tepi atas kertas saring
Tentukan harga Rf

B.     ANALISIS MELALUI PENGENDAPAN
1.      Presentase hasil barium kromat
Gelas piala 250 ml
-          Ditimbang, catat bobtnya, dan masukkan
BaCl2
-          Ditimbang dan tambahkan
Air suling
-          Diaduk-aduk sampai larutan homogen, lalu masukkan
K2CrO4
-          Diaduk-aduk, diamati endapan yang terbentuk
-          Ditetesi dengan beberapa tetes K2CrO4 diamati
-          Ditetesi samapi endapan BaCrO4 tidak terbentuk lagi
-          Dipanaskan sampai mendidih dan saring dengan kertas saring, Dikeringkan dan ditimbang
-          dihitung hasil teoritis dan %hasil

2.      Presentase barium klorid dalam campuran
Campuran yang mengandung barium klorida
-          Dicatat bobotnya
-          Diulangi prosedur 1
-          Dihitung massa barium klorida dan presentasenya
Hasil pengamatan

VIII.    DATA PENGAMATAN
A.    PEMISAHAN DENGAN CARA KONVENSIONAL
1.      Bobot cawan penguap dari contoh semula                 = 56,9567 g
Bobot cawan penguap                                                            = 56,6567 g
Bobot contoh                                                              = 0,3 g
Bobot cawan penguap sesudah NH4Cl menyublim    = 56,9552 g
Bobot NH4Cl                                                              = 0,0015 g
Presentase hasil                                                           = 0,5 %
2.      Bobot cawan + kaca arloji + NaCl                              = 79,7439 g
Bobot cawan + kaca arloji                                          = 79,699 g
Bobot NaCl                                                                 = 0,0449 g
Presentase NaCl                                                          = 14,96 %

3.      Bobot cawan + SiO2                                                                    = 56,7487 g
Bobot cawan                                                               = 56,6567 g
Bobot SiO2                                                                                       = 0,092 g
Presentase SiO2                                                                              = 30,67 %

4.      Bobot sampel                                                              = 0,3 g
Bobot NH4Cl + NaCl + SiO2                                                  = 0,138 g
Selisih bobot                                                               = 0,162 g

B.     PEMISAHAN DENGAN KROMATOGRAFI
Nomor Noda
Rf
Warna
1
 = 0,6875
Hitam
2
 = 0,75
Pink
3
 =0,875
Merah
4
 = 0,9375
Kuning
5
 = 0,975
Ungu
6
 = 0,9875
Biru

ANALISIS MELALUI PENGENDAPAN
A.    Presentase hasil barium kromat
Bobot piala + BaCl2                                  = 35,1648 g
Bobot piala                                                = 34,1648 g
Bobot BaCl                                                             = 1 g
Bobot kertas saring + endapan BaCrO4     = 1,3 g
Bobot kertas saring                                   = 0,208 g
Hasil nyata endapan BaCrO4                    = 1,172 g
Bobot endapan BaCrO4 (hasil teoritis)     = 1,265 g
Persen hasil BaCrO4                                  = 7,35 %

IX.           PEMBAHASAN
            Sebelum melakukan percobaan, hal pertama yang kami lakukan yaitu menyiapkan alat dan bahan yang digunakan. Pada percobaan kali ini kami melakukan percobaan yang kelima yaitu mengenai pemisahan komponen dari campuran dan analisis melalui pengendapan, yaitu pemisahan dengan cara konvensional, kromatografi, dan analisis melalui pengendapan.
a.       Pemisahan dengan cara konvensial
            Pada percobaan kali ini yang pertama kali kami lakukan yaitu menimbang cawan penguap yang telah dibersihkan dengan ketelitian 0,01 g dan menimbang NH4Cl 0,1g, NaCl 0,1g dan SiO2 0,1g, lalu dicampurkan secara merata dan homogen.
            Pemanasan pertama yaitu pemanasan cairan yang telah ditimbang dengan cawan penguap dihitung beban zat yang hilang selama pemanasan dengan cara:
Bobot cawan + campuran sebelum pemanasan     = 56,9567 g
Bobot cawan + campuran  setelah pemanasan      = 56,9552 g
Bobot yang menyublim                                         = 0,0015 g
            Dengan demikian zat yang menyublim didapat sebanyak 0,0015 g. salah satu zat yang telah dipisahkan, maka zat yang ada didalam campurn adalah NaCl dan SiO3. Untuk memisahkannya dilakukan dengan cara dekantasi. Campuran dilarutkan dalam air, diaduk hingga homogen. Setelah didiamkan beberapa saat, larutan NaCl dan endapan SiO2 dipanaskan. Pada pemanasan larutan NaCl didapat kristal sebanyak 0,04487 gram. Sedangkan pemanasan endapan SiO2 diperoleh bobotnya 0,092 gram sehingga presentasenya dapat dicari:
% NaCl     =  x 100% = 14,96%
% SiO2      =  x 100% = 30,67%
% NH4Cl  =  x 100% = 0,5%
Dari data tersebut bobot sampel setelah diuraikan adalah NH4Cl + NaCl + SiO2 = 0,13837 gram. Sehingga presentase bahan yang terpisahkan dapat ditentukan =  x 100%
=
= 46,123%
b.      Pemisahan dengan kromatografi
            Dalam percobaan ini, zat yang dapat dipisahkan secara kromatografi adalah tinta. Tinta diteteskan dikertas saring, kemudian dicelupkan kedalam larutan eluen. Tinta yang dipakai yaitu tinta hitam, merah, dan biru. Larutan eluen akan meresap pada kertas dan menyebabkan noda pada kertas terangkat keatas dan terpisahkan berdasarkan warna komponen penyusunnya.
            Suatu komponen penyusun dalam tinta menghasilkan kecepatan air yang berbeda. Perbedaan ini dinyatakan sebagai Rf. Rf adalah perbandingan jarak yang ditempuh pelarut. Rf untuk masing-masing percobaan ini adalah :
1.      Hitam → Rf =  = 0,6875
2.      Pink → Rf  =  = 0,75
3.      Merah → Rf =  =0,875
4.      Kuning → Rf =  = 0,9375
5.      Ungu → Rf =  = 0,975
6.      Biru → Rf =  = 0,9875
            ANALISIS MELALUI PENGENDAPAN
            Dalam percobaan kali ini kami melarutkan 1 gr BaCl2 dengan air suling sebanyak 25 ml samapi larutan homogen, lalu dicampurkan dengan larutan K2CrO4 0,2 M sebanyak 25 ml kemudian diaduk dan diamati endapan yang terbentuk. Jika endapan BaCrO­4 masih terbentuk ditambahkan K2CrO4 sampai endapan BaCrO­4  tidak terbentuk lagi.
            Panaskan sampai mendidih, alihkan dari api dan disaring dengan kertas saring, kemudian dikeringkan dan ditimbang sehingga diperlehlah data sebagai berikut:
Bobot piala + BaCl2                                        = 35,1648 g
Bobot piala                                                      = 34,1648 g
Bobot BaCl                                                                     = 1 g
Bobot kertas saring + endapan BaCrO4             = 1,3 g
Bobot kertas saring                                         = 0,208 g
Hasil nyata endapan BaCrO4                          = 1,172 g
Bobot endapan BaCrO4 (hasil teoritis)           = 1,265 g

Perhitungan secara teoritis
BaCl+ K2CrO4 → BaCrO4 + 2KCl
Mol BaCl2         =  = 0,0048 mol
Mol BaCrO4     =  x 0,0048 = 0,0048 mol
Massa BaCrO4                = mol BaCrO4 x Mr BaCrO4
                        = 0,0048 x 253
                        = 1,2144 gram
Perhitungan presentase hasil   =  x 100%
                                                = 3,49%
X.               DISKUSI
A.    PEMISAHAHAN DENGAN CARA KONVENSIONAL
Pada percobaan ini kami mencapurkan NH4Cl 0,1g, NaCl 0,1g dan SiO2 0,1g.kemudian dipanaskan dalam cawan penguap sampai asap putih betul-betul habis. Lalu cawan penguap dibiarkan dingin, lalu ditimbang. Kemudian pada saat kami hendak memasukkan air pada padatan, terjadi kesalahan karena kami memasukkan airnya terlalu banyak, hingga menyebabkan sampel lama menguap. Dari percobaan ini didapat presentase masing-masing senyawa NH4Cl, NaCl, dan SiO2 secara berturut-turut yaitu 0,5%, 14,96%, dan 30,67%.
B.     PEMISAHAN DENGAN KROMATOGRAFI
Menurut teori pemisahan, warna yang juga menunjukkan pemisahan kmponen dipengaruhi oleh perbedaan fase gerak dan kepolaran senyawa. Apabila zat-zat tidak terpisah sebagaimana mestinya, artinya fase gerak maupun kepolarannya hampir atau bahkan sama. Adapun Rf masing-masing warna hasil percobaan adalah sebagai berikut:
1.      Hitam              : 0,6875
2.      PINK              : 0,75
3.      Merah              : 0,875
4.      Kuning            : 0,9375
5.      Ungu               : 0,975
6.      Biru                 : 0,9875
Menurut teori, perbedaan Rf yang memungkinkan terjadinya pemisahan zat benda dari sekitas angka 0,1. Dalam hal ini percobaan Rf diperoleh angka berada dibawah 0,1. Menurut teori, Rf ditentukan oleh pelarut, suhu, ukuran bejana, dan sifat dari campuran.
ANALISIS MELALUI PENGENDAPAN
Pada percobaan ini didapat data dat gram teoritis BaCrO4 sebesar 1.2144 gram dan gram prakteknya sebesar 1,172 gram. Sehingga presentase hasil endapan BaCrO4 sebesar 2,49%. Kesalahan yang mungkin terjadi pada waktu penyaringan
XI.           PERTANYAAN PASCA PRAKTEK
1.      Gunakan handbook untuk menjawab pertanyaan ini.
a.       Bagaiamana cara anda memisahkan NiCO3 dari Na2CO3 ?
Jawab :
Kromatografi
b.      Bagaimana cara memisahkan AgCl dari BaCl2 ?
Jawab :
Dekantasi
c.       Bagaimana cara memisahkan TeO2 dari SiO­2 ?
Jawab :
Konvensional
2.      Apakah ada cara pemisahan selain yang disebutkan dalam percobaan ini?
Jawab :
Ada, yaitu filtrasi, destilasi, ekstraksi, dekantasi, dan kristalisasi.
3.      Mengapa contoh NaCl perlu ditutup selama pemanasan?
Jawab :
Karena air akan menguap jika tidak ditutup sehingga menyebabkan ketidakpastian pengukuran bobot NaCl yang terbentuk.
4.      Apa kelebihan dan kekurangan cara kromatografi sebagai alat analis?
Jawab :
·         Kekurangan     : memakan waktu lama dan hasil yang diperoleh kurang akurat.
·         Kelebihan        : prosedur sederhana, tidak perlu kuantitas kecil dari zat itu, tidak perlu alat dan senywa khusus yang mahal, metode ini terbukti berhasil
5.      Contoh magnesium klorida sebnayak 0,552 g dilarutkan dalam air dan diendapkan dengan larutan perak nitrat. Jika endapan perak klorida bobotnya 1,631 g, berapa presentase hasil?
Jawab :
MgCl2 (aq) + 2AgNO3 (aq) → 2AgCl(aq) + Mg(NO3)2(aq)
Mol MgCl2            =  = 0,0058 mol
Mol AgCl                  =  x 0,0058 = 0,0116 mol
Massa AgCl              = mol AgCl x Mr AgCl
                              = 0,0116 x 143,4
                              = 1,66344 gram
% AgCl                 =  x 100%
                              =  x 100%
                              = 98,05%
6.      Batu gamping terutama mengandung kalsium karbonat. Contoh batu gamping diolah dengan asam klorida dan memberikan reaksi:
CaCO3 (g) + 2HCl(aq) → CaCl2 (aq) + H2O(l) + CO2(g)
Larutan kalium klorida diuapkan sampai kering, dan ternyata mempunyai bobot 0,789 gram. Hitunglah presentase kalsium karbonat jika contoh batu gamping bobotnya 0,75 gr.
Jawab :
Mol CaCl2                 =  =  = 0,0071 mol
Mol CaCO3               =  x 0,0071 = 0,0071 mol
Massa CaCO3          = mol CaCO3 x Mr CaCO3
                                        = 0,0071 x 100
                              = 0,71 gram
Presentase CaCO3 =  x 100%
                                        =  x 100%
                                        = 105,63%
XII.        KESIMPULAN
Dari percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan :
1.      Pemisahan campuran dapat dilakukan dengan cara sublimasi, dekantasi, ekstraksi, kristalisasi, dan dekantasi.
2.      Pengendapan barium klorida dapat dilakukan dengan menambahkan larutan K3CrO4. Presentase hasil dapat dihitung dengan rumus:
% hasil =  x 100%
3.      Presentase barium klorida dalam suatu campuran zat dapat dihitung dengan rumus:
% barium klorida =  x 100%
4.      Penyaringan endapan dapat dilakukan dengan metode filtrasi menggunakan kertas saring dan pemisahan endapn dilakukan dengan cara dekantasi.
XIII.    DAFTAR PUSTAKA
Aloysiur, Handayana. 1999. Analisis Kimia Kuantitatif. Surakarta: Erlangga
Ansyori, Irfan. 2000. Acuan Pelajaran. Bandung: Erlangga
Epinur, dkk. 2011. Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Jambi: Universitas Jambi
Harrizal, Rizal. 1995. Unsur Pemeriksaan Kimia. Bandung: Erlangga
Sukardjo. 1990. Kimia Organik. Jakarta: Yudistira
Winarti, Wiwik. 1994. Kimia I SMU. Jakarta: Primagama

Tidak ada komentar:
Write komentar